Dibalik Ajang Pencarian Bakat “Idol”

indonesian-idol-2008.jpgDipandang dari sudut negatifnya, bisa dibilang Idol, di negara manapun, adalah program televisi yang habis-habisan mengeruk keuntungan besar bagi penyelenggaranya.

Karena tanpa sadar, kadang seorang penonton dapat menelpon/SMS tanpa henti & tidak mempedulikan biaya demi idola dukungannya. Strategi bisnis yang jitu bukan ?? Contohnya Indonesian Idol masih mencatatkan dirinya sebagai market leader untuk urusan popularity contest. Kontestannya mencapai lebih dari 15 ribu peserta. Dan setiap kali acara tersebut digelar, ratingnya menembus angka 9. RCTI pun mendapatkan pendapatan sampai Rp 2,4 miliar per episode—-belum lagi dari pendapatan lainnya.

Tapi jika dipandang dari sisi positifnya : Pertama, Siapa sih yang tidak mau bakatnya dilirik orang lain ? Idola di sini pengertiannya memang mencari artis muda potensial yang dapat meramaikan khazanah musik Indonesia. Untuk menjadi artis kadang suara bagus saja tidak menjadi jaminan. Pesona dan kepribadian juga sangat berpengaruh. Dan yang terpenting seorang idola harus unik sekaligus menjadi diri sendiri.

Yang kedua, siapa sih yang tidak butuh hiburan. Dibanding acara2 serupa, mungkin karena namanya, Indonesian Idol yang paling konsisten menjaga kualitasnya.

Ketiga, acara ini juga tidak mustahil dapat mempersatukan seluruh Indonesia di atas segala perbedaannya. Karena setiap Jum’at malam, jutaan pemirsa (mulai dari yang benar2 menonton dari awal sampai akhir atau yang sekedar liat2) ‘tune-’in’ ke stasiun RCTI , untuk mendukung idola2 daerahnya.

Di Indonesia mungkin masih kurang terasa efeknya. Tapi coba perhatikan Superstar (franchise Idol juga) atau Star Academy di Timur Tengah. Bagaimana ke-18 negara Arab mulai dari Morocco sampai Iraq dipersatukan setiap minggunya oleh sebuah acara TV, tanpa memikirkan perbedaan agama (Sunni-Syiah-Kristen-Druze) atau politik (sosialis, kerajaan, demokrat), demi mendukung idola masing-masing dan bersama-sama merasa sebagai bangsa Arab yang satu.

Tapi kalau mengenai jualan cerita sedih, itu memang sudah jadi resep di Indonesia jika ingin dagangannya laku. Kalau sudah budaya, ya gimana? Berbeda dengan di Timur Tengah, walaupun ada peserta dari Iraq atau Palestine, mereka tetap saja mengandalkan kualitas dan tidak mau terlalu mengobral cerita penderitaan mereka. [penulis : arowi, sumber : nofieiman.com]

Punya uneg2, idealisme atau sekedar cerita disekitar dunia musik? kirimkan ke Redaksi Pojok Simphony dan kami akan membantu menyuarakan opini kamu !

4 pesan dari pembaca..

  1. anggina serenade :

    saya mau nanya apa ada ajang pencarian bakat jd penyanyi??
    saya ingin jd penyanyi.
    terimakasih

  2. mario 76 :

    Hmm,,,bicara bakat yaa tp sayang menang lomba juara 1 se SD, SMP &SMA.. skarang yaa saya pendamm.
    gakk tau kapan bisa ikut. di Indonesia ajang & donatur ms sangat kurang..WaW klo ada saja Club mana cewe to apa saya mo gabung dehh,, I like justin bieber UP… with kungfu dance awesome.
    blum ada lhoo,,,??
    ——————
    sebaiknyaa pencarian bakat nyanyi dimulai dr kota kecil sperti malang.
    disinilah suara bagus didapat..
    boleh dicobaa & dibuktkan

    by Ris ian,,,adik from: nicky astria

  3. warrlove :

    it is a big big world
    tell me we got….
    small city = dari sinilah
    artist - artist lahir
    dan mendunia karna hal semacam itulah karunia terdalam dari sebuah desa kecil tersimpan mutiara dunia yg membuat mata terpukau
    Life & song is very precious, we must really treasure it

  4. winer dwi putra :

    apa ada pencarian bakat untuk penyanyi saya mau jdi penyanyi nihhhh

Tinggalkan Pesan

  • Terbaru
  • Facebook ™
  • Pesan Kamu
  • Kategori Lain
    studio musik
Advertise Here