Seiring bermunculannya tempat-tempat hiburan baru di jogja seolah menyulut semangat dari para pelaku seni khususnya anak-anak band yang jumlahnya ratusan untuk berlomba-lomba membuat project band top 40.
Hal ini bisa dilihat nama-nama baru yang bermunculan baik itu yang benar-benar pemula ataupun orang-orang lama dengan nama baru. Bagi sebagian kelompok band hal ini sudah menjadi lahan mata pencaharian mereka, namun banyak juga beberapa kelompok hanya menganggap ngeband hanya sekedar hobby atau batu loncatan untuk sebuah tujuan yang lain, atau boleh dikata ingin populer dengan menyandang identitas “anak band cafe”. Oleh karena beberapa kelompok pemula inilah yang seringkali meresahkan kelompok-kelompok senior yang lebih dulu terjun ke dalam dunia cafe, kenapa demikian? karena mereka (pemula.red) seringkali banting harga seenaknya, padahal boleh dibilang sebagai pemula mereka tergolong bagus alhasil para pelaku bisnis hiburan jadi ikut-ikutan seenaknya pasang harga. Bukannya kian menghargai dengan menaikkna tarif, tapi justru berlomba-lomba “mrah-murahin harga”, sementara tuntutan yang mereka ajukan ” tetek bengek” bahkan seringkali ada kesan membodohi, maunya ada live band tapi bayar murah.
Dalam kurun waktu setahun ini saja ada sekitar seratus lebih band top 40 yang bermunculan, meskipun banyak juga yang akhirnya berguguran karena tidak kuat dengan berbagai macam masalah yang muncul, baik itu datangnya dari intern band tersebut atau dari luar band, yang akhirnya mencetuskan keputusan untuk bubar. Akan tetapi banyak pula mereka-mereka yang membubarkan diri akhirnya membuat band baru lagi, baik dengan merekrut kembali orang-orang lama yang pernah di pecat sekalipun dari band sebelumnya.
Kembali ke masalah harga, penulis pernah menerima “curhatan” dari seorang teman yang kebetulan adalah seorang player band top 40 yang sudah cukup terkenal di dunia hiburan jogjakarta. Dia sangat jengkel dengan salah satu band yang berasal dari kota “P”, katanya band top 40 miliknya gagal reguler di salah satu cafe karena menurut cafe tersebut band mereka pasang harga terlalu tinggi, sementara band dari kota “P” tadi berani dengan harga jauh dibawah mereka. Untuk itu semestinya band-band baru tersebut bisa bermain dengan sehat, bukan dengan banting harga habis-habisan. Sehingga diharapkan band-band top 40 jogja bisa kian maju dan akhirnya para pelaku bisnis hiburan bisa semakin menghargai jerih payah band top 40. (Penulis - Dino Shadow Band ; sumber artikel - Shadow Band Cafe Times Flyer)
Punya uneg2 , idealisme atau sekedar cerita disekitar dunia musik? kirimkan ke Redaksi Pojok Simphony dan kami akan membantu menyuarakan opini kamu !






15 April 2008
Setuju Dab, pancen panitia ngga pernah mikirin kita, dikira kita latihan bayare pake Daun apa ya, moga2 kedepannya tarif untuk band semakin bagus dan kualitas player juga semakin bagus, hidup anak band jogja !
15 April 2008
Aku rasa itu terjadi karena hukum pasar, jumlah Band top 40 lebih banyak dari Cafe yang beroperasi. Jadi untuk bisa tetap survive ya jangan ikut2 an bawain aliran top 40. harus unik dan punya ciri khas, misalnya bawain aliran sesat gitu mas he he, sorry becanda piss
15 April 2008
emang apa sih enaknya maen di cafe? kita maen ngga ada apresiasinya, penontonnya sibuk ngobrol atau mbojo, bener2 ngga dihargai sama sekali sebagai performer
16 April 2008
mending buat band dhangdhut wae, bayarannya mahal!
25 April 2008
mending ningkatin kualitas menurut perform bandnya.maken bagus maennya makin mahal.ojo asal larang,rugi…latian yang banyak dirumah baru unjuk gigi….tapi,namanya juga cari untung!!!,kalo aq sih cari kualitas!!!.piss
25 April 2008
Emang kan jogja terkenal murah, Makanan murah, biaya hidup murah, makanya Band juga maunya cari yang Murah
26 April 2008
yo nek tak pikir ki yo ho’o sih, tapi y g popo, sik penting le main, marake puasss…. ora mung asal jeplak karo genjreng…
27 April 2008
Mau bayarane gedhe ya maen aja di cafe di Jakarta, ditanggung bayaran gedhe (tapi biaya hidup disana juga gedhe, jadi podo wae sami mawon)
28 April 2008
TOP40 kuwi opo to?
1 May 2008
boleh murah asal kualitas harus dijaga….
satu lagi PR untuk Musisi Jogja…
antar band kurang support…
liat aja gigs2 yang diadakan tiap2 dari mereka kadang kurang support satu sama lain….
itulah salahsatu alasan kenapa musik jogja kurang maju….kuramg komunitas…
13 May 2008
sebenernya yg bikin organizer kasih harga rendah tuh juga band nya sendiri kok..ga sedikit band2 baru jokja yg mau maen dengan harga yg “menjijikkan” ato bahkan ga dibayar sama sekali dengan dalih untuk perkenalan ato promo..kalo aku bilang bullshit!!! sekali band dihargain rendah..ampe kapan pun tetap akan dihargain rendah..kecuali mau menahan lapar dengan menolak job2 budget kecil..so tergantung kalian semua..mo tetep jadi band murah ato band profesional yg dihargain semua orang..hidup musik jokja!!!
3 June 2008
EO jogja sangattttttttttt kejam tidak menghargai kerjakeras dan hasil karya band Jogja.TOLONG DIPERHATIKAN.mari BERSATU untuk melawan PENINDASAN HASIL KERJAKERAS kita.
3 June 2008
Promosi Prasasti Band..
Bila ada yang berminat ama album indie label band Prasasti yang berisikan 9 lagu pop.. Contac aja ke…
Contac Person : 0813 113 08506 (Eryk)
021-910 99459 (Eryk)
0856 1384 486 (Cha-cha)
Base Camp : Bukit Waringin G-10 No. 9 Bojong Gede, Bogor.
Thanks For All……..
11 June 2008
music untuk hidup apa hidup untuk music ???
17 June 2008
thanx atas coment temen2..semoga kita
semakin sadar,apapun bentuk band,genre,ato apalah itu namanya,semua pasti melalui proses pengorbanan,dan itu nggak mudah..seorang entertainer baik itu pemula atopun profesional pasti minta di hargai karyanya,dalam bentuk apapun,buat apa kepuasan tapi g menghasilkan,kecuali kita punya 90% harta warisan suharto,mungkin kita bisa bilang,ngeband hanya hoby.
17 June 2008
aku setuju banget dengan opini oropeza,Support antar band adlah PR BESAR buat jogja,Untuk masalah kualitas,sebenernya secara garis besar jogja g kalah ko ma band2 luar jogja,kalo untuk top 40 materi lagu 80% sama,tinggal kemasan aja ko,dan semua itu butuh dana juga kan?lha kalo tiap main cuma dapat 30rbu???,buat rental studio aja udah abis.ya ga temen2??Buat anda anda yg belum pernah terjun langsung dalam dunia cafe mungkin akan beranggapan hal ini bullshit banget,tapi boleh di buktikan ko,temen2 top 40 merasakan hal yang sama..
17 June 2008
Sepeti yang udah saya tulis,sebagian dari para pelaku showbis ini adalah orang2 yg bener2 udah menggantungkan hidupnya di band,bagi anda yang tiap bulan masih dapat kiriman dari orang tua, di jamin g akan merasakan apa yang kita rasakan,Coba bayangkan jika anda g dapat fasilitas apapun dari ortu dan
anda hanya bisa bermusik,dan anda tahu itu bisa menghasilkan uang untuk anda survive,apa yang anda lakukan???
Anda pasti akan memilih jalur itu,Semua itu muaranya uang ko,band major itu bikin lagu jg cari duit kan?Emang mereka mau main g di bayar?g kan??Recording aja butuh duit,emang ada studio gretongan??g ada!!
Topik ini saya angkat sebagai rasa peduli saya terhadap perkembangan musik jogja.Namanya aja bisnis,Harus saling menguntungkan dong..Masak EO aj yang untung??Saya rasa g fear,Ingin coment lebih lanjut add aja Friendster shadow..shadow_top40@yahoo.com
maju terus musik jogja!!
31 July 2008
wah kalau ak sempet pernah maen di jogja (2 tahunan lebih deh), kebetulan ga masalah tuh… fee juga oke saja. sangat ok malah u ukuran jogja dan sekitarnya.
di jakarta tidak menjamin lebih tinggi juga, malah justru sangat rendah untuk pemain baru.:)
management tetep paling penting untuk jualan dan bersaing sehat dengan rekan2 band lainnya.
btw…Jogja Party Abis masih ada ga sih..?? pis dab
4 August 2008
i luv u dino..
semangat 45 truslah di”galak”an..
makane longtrip wae..
hehehe..
hub aku nek meh longtrip
;p
7 August 2008
mmmmm…. asli deh klo udah ngomongin band top 40 nyerah aq.. hiks.. benar2 menyakitkan… yang qt dapet ama yang qt keluarin ga sebanding bgt… hasil kerja keras dan seoptimal apapun qt maen ya segitu harganya… ya saran buat yg mash pd bertahan jd anak band musti tahan banting…
-semangat buat band jogja-