Ajang kontes adu bakat ini sangat fenomenal, tapi dibalik image yang gemerlap dan glamour saat manggung atau ketika nongol di televisi, kehidupan artis AFI sangat memprihatinkan. Banyak di antara mereka yang hidup terlilit utang ratusan juta rupiah.
Pasalnya, orang tua atau keluarga mereka berhutang ke sana-sini buat menggenjot sms putera-puteri mereka agar tidak tersisih diajang kontes adu bakat ini.
Bahkan bisa dipastikan tidak ada satu pun kemenangan AFI itu yang berasal dari pilihan publik. Kemenangan mereka ditentukan seberapa besar orang tua mereka sanggup menghabiskan uang untuk sms. Menurut berita orang tua Alfin dan Bojes habis 1 M. Bagi mereka yang kaya, mungkin nggak masalah. Tapi bagi yang tidak mampu tentu sangat kasihan.
Mungkin artikel ini bisa menjadi pertimbangan para orang tua yang putera-puterinya mengikuti ajang kontes adu bakat agar tidak tergiur untuk meminjam uang untuk mendukung anak mereka pada kontes adu bakat. Melihat fakta diatas, seberapa banyak duit yang dikeluarkan untuk sms ngga menjamin mereka bakal jadi pemenangnya.
Dan kasihannya lagi para finalis tersebut terikat kontrak exclusive dengan manajemen Indosiar. Yang sudah pasti tidak bisa mencari/menerima job dari luar Indosiar. Seperti kita ketahui pembayaran job dari pihak stasiun TV sangat kecil. Dan untuk pembagian job manggung mungkin sangat tidak adil karena pihak TV tentunya mengikuti permintaan pasar. Bagi beberapa artis AFI seperti Jovita dan Pasya mungkin kebanjiran job, sementara yang lain mungkin ngga mendapatkan/jarang mendapatkan job. Disamping tergantung oleh permintaan pasar dan sudah terlalu banyaknya artis, yang paling penting tentunya hoky si artis itu sendiri.
Mungkin ini benar-benar proyek TV yang tidak manusiawi tapi itulah dunia entertaint. Para orang tua dan anak Indonesia dijanjikan ketenaran dan kekayaan lewat sebuah ajang adu bakat di televisi. Mereka dikontrak exclusive selama dua tahun oleh Indosiar, namun tidak ada jaminan hidup sama sekali??? Mereka hanya dibayar kalo ada manggung. Itu pun kecil sekali, dan tidak menentu. Buruh pabrik yang gajinya Rp 900.000 jauh lebih sejahtera daripada mereka hehe….
Tentunya acara sejenis ini masih banyak. Kasian orang tua dan anak yang rela antre berjam-jam untuk sebuah penipuan seperti ini. Bahkan ada seorang anak pernah menangis tersedu-sedu saat tidak lolos dalam audisi AFI. Padahal dia beruntung kalaupun dia masuk, bisa dibayangkan betapa dia akan membuat orang tuanya punya utang yang melilit pinggang, yang tidak akan terbayar sampai kontraknya habis.
Sebenarnya ajang ini bagus untuk mengasah bakat anak-anak yang berpotensi karena ajang ini merupakan pembelajaran dan memberi banyak pengalaman bagi mereka untuk memasuki dunia entertaint seandainya para orang tua lebih bijaksana menyikapinya sehingga tidak silau akan ketenaran dan kekayaan apalagi menghalalkan segala cara bahkan sampai terlilit utang, semua butuh pengorbanan tapi jangan jadikan sia sia karena sangat banyak sekali faktor yang mendukung sehingga orang bisa berhasil/sukses didunia entertaint ini selain sms terbanyak salah satunya yang paling penting ialah hoky/lucky.
Masih berminat untuk ikutan ajang kontes adu bakat ??… [ sumber: udung.blogspot.com/ edit:a2 ]






28 August 2008
wah ternyata di balik gemerlap para artis tersimpan kisah yang menyedihkan ya