Tahun Baru tinggal menghitung hari, seluruh dunia tengah bersiap menyambut pergantian tahun ini. Jika di beberapa negara Asia, seperti Jepang, Korea, dan China, masyarakatnya menghabiskan malam Tahun Baru dengan mengunjungi tempat ibadah untuk berdoa.
Berbeda dengan di Indonesia, meniup terompet merupakan tradisi saat menyambut pergantian tahun. Kenapa meniup terompet untuk menyambut pergantian tahun?
Semula, budaya meniup terompet ini merupakan budaya masyarakat Yahudi saat menyambut tahun baru bangsa mereka, yang jatuh pada pada bulan ke tujuh pada sistem penanggalan mereka. Di malam tahun baru, masyarakat Yahudi melakukan introspeksi diri dengan tradisi meniup shofa, sebuah alat musik sejenis terompet. Bunyi shofar mirip sekali dengan bunyi terompet kertas yang dibunyikan orang Indonesia di malam Tahun Baru. Sebenarnya shofar sendiri digolongkan sebagai terompet.
Terompet sendiri diperkirakan sudah ada sejak tahun 1.500 sebelum Masehi. Awalnya, alat musik jenis ini diperuntukkan untuk keperluan ritual agama dan juga digunakan dalam militer terutama saat akan berperang. Kemudian terompet dijadikan sebagai alat musik pada masa pertengahan Renaisance hingga saat ini. Gimana dengan persiapan terompet tahun baru loe? [aa/lintasberita.com]







