Untuk kali kedua, grup asal Montreal, Quebec, Kanada ini manggung di hadapan penggemarnya di Jakarta. Seperti halnya, penampilan mereka di akhir Maret 2005 silam, Pierre Bouvier (vokal) masih tetap menampilkan atraksi yang biasa dilakukannya, yakni aksi loncat di atas panggung.
Meskipun Simple Plan yang menjadi satu dari tiga band yang dihadirkan promotor Java Musikindo, Adrie Subono pada konser yang diharapkan menjadi acara semacam Singfest (Singapore Festival), yang dihajat setiap tahun dan menjadi kebanggaan penggemar musik di Singapura. Disamping penampilan yang tak kalah menarik juga disuguhkan oleh New Found Glory, grup pop punk asal Florida dan Andra And The Backbone.
Namun sayangnya, nama besar tiga grup yang memang sudah memiliki penggemar setia itu, kurang disambut hangat. Terbukti dengan penjualan tiket untuk hajatan musik JAKARTA JAM kali ini tergolong seret.
Dan upaya menurunkan harga tiket dari Rp650 ribu menjadi Rp450 ribu juga tak mampu menarik minat penonton.
Menurut Javamusikindo ini penjualan tiket yang paling jelek selama Java bikin konser, sehari menjelang pertunjukan, tiket yang berhasil terjual untuk hari pertama konser cuma terjual 1200 tiket. Sementara pada pertunjukan hari kedua, Jumat (1/8) yang akan menghadirkan Grup One Republic, Lost Prophets dan Melanie, tiket pertunjukan baru terjual sekitar 1000 tiket saja. Tapi sesepi apapun penonton, ” show must go on” ujar Adrie. Semoga di event tahun depan Jakarta JAM Musik Festival bisa lebih sukses dari tahun ini. chayoo …[c01/a2]





