Inilah album yang barangkali lumayan dinanti dari Sore. Melihat sukses acara rilis albumnya, Ports of Lima boleh jadi bakal mengulang debut album Centralismo. Cuma apakah Ports of Lima bakal beroleh predikat ”Worth to Buy” dari Time edisi Asia lagi? Ya entahlah.
Sebuah album layak didengar bukan karena puja-puji para kritikus. Tetapi melulu karena memang kita jujur suka dan bisa menikmatinya. Album ibarat representasi kemajuan, layaknya seniman dalam pameran tunggal karyanya.
Sekadar sebagai panduan, publik perlu mewaspadai sejumlah lagu di album ini. Setengah Lima, Bogor Biru, Karolina, Merintih Perih, In 1997 The Bullet Was Shy berpeluang menjadi “racun” bagi selera. Lewat jejeran lagu itu pula Sore menunjukkan progres bermusik.
Memainkan musik dengan struktur yang rumit tentu saja tidak mudah, tetapi akan selalu memperoleh pujian. Apalagi jika mereka memainkan musik yang seperti kombinasi progresif rock, blue note jazz, blues, pop dan sentuhan keroncong Indonesia. Dan Sore tidak pernah luput dari pujian karena tidak banyak musisi lain di Indonesia bisa mengkombinasikan beberapa genre tersebut menjadi sesuatu yang mudah didengar namun tetap “berkelas”.
Lucunya Ports of Lima ini juga banyak dipuji, bahkan sebelum albumnya rilis. Kenapa bisa begitu? Ya, entah dari mana asalnya. Yang jelas sekitar delapan lagu dari album ini udah bocor jauh sebelum resmi dirilis. (Eds)








12 May 2009
sore . .
mantabhh dehh . .
eh . .
dpetin laguny dmn sihh . .
lg eang layu keren tuh . .
1 July 2010
telurin terus karya” anda
18 February 2011
Koq sepi ya?! Klo loe lewat, mampir di planet kami yah! Thanks
7 May 2011
Aris Munandar Pada Gitar mencoba memperkenalkan diri melalui karya musiknya
Dengarkan Lagunya di : http://www.reverbnation.com/ampg