DAB by arrangement with JNM presents
A Tribute to John Peel
Monday Night
October 13th, 2008
7 PM to 11 PM
Jogja National Museum
Jl. Amri Yahya, ex ISI Gampingan
Eastside of SMAN 1 Yogyakarta
With memorial screening and special performances from
Cranial Incisored retransmits
The Cure on BBC session 1978
Risky Summerbee and the Honeythief retransmits
Echo and the Bunnymen on BBC session 1983
Nervous retransmits
Bauhaus on BBC session 1979
Lampukota retransmits
The Undertones on BBC session 1980 and
The Wild Swans on BBC session 1982
Lex Luthor the Hero retransmits
Led Zeppelin on BBC session 1969
Suddenly Sunday retransmits
Pretty Girl Makes Graves on BBC session 2003
Oh, Nina! retransmits
Camera Obscura on BBC session 2004
Free admission
Info +622747139464
Inquiry +6281804062126
Organized by
Dynamic Aural Bliss
Jogja National Museum
Co-organized by
www.deadmediafm.org
Yayasan Seni Nusantara
Media Partner
Trax Magazine
Mosh Magazine
Ripple Magazine
www.rockisnotdead.net
Jawa Pos - Radar Jogja
Supported by
www.myspace.com/cranialincisored
www.myspace.com/riskysummerbee
www.myspace.com/wearenervous
www.myspace.com/lampukotaofficial
www.myspace.com/lexluthorthehero
www.myspace.com/suddenlysunday
www.myspace.com/ohcutenina
Acara ini merupakan dedikasi musisi independen Yogyakarta yang mempunyai potensi karya musik unik, kuat, dan tidak berkarakter mainstream, paralel dengan
dedikasi mendiang John Peel (1939 - 2004) - seorang penyiar radio Inggris yang kuratorialnya diangap kontroversial dengan memainkan band-band non mainstream. Pembelaan John Peel yang tulus kepada musik independen yang cutting edge alias indie (antitesis mainsream) tidak berpretensi tetapi memang sarat dengan kualitas seperti beberapa nama yang pernah ia munculkan selama 4 dekade dalam usia profesinya: David Bowie, Traffic, The Cure, Pulp, Echo and The Bunnymen, Camera Obscura, PJ Harvey, The White Stripes, etc.
Dedikasi John Peel kepada musik mendapat penghargaan OBE dari Ratu Inggris, Elizabeth. Sesuatu yang memang layak untuk diperoleh melihat interaksinya
yang progresif pada dunia musik. Hal inilah yang menjadikan musik indie menjadi sebuah gerakan global. Walau masih marginal, tetapi kekuatan dan kualitas itu ada dan menjadikannya opsi estetika bagi seniman musik untuk berkarya. Dunia musik Indonesia membutuhkan sosok seperti John Peel, yang tidak bergantung pada kekuatan kapital yang kuat, tetapi memberi nilai pada isi atau content musik itu sendiri. Sosok di luar pelaku musik yang memberi ruang sinergis dan produktif kepada talenta-talenta baru, visi dan ide musik baru serta semangat independen yang diusung oleh banyak musisi dan kelompok musik. Beberapa diantaranya, DI Yogyakarta memiliki nama-nama di bawah ini:
Oh Nina!
Genre: Indie-Pop, Electro-Pop
Duo ini sudah merilis karya mereka pada album “Eppi: Space Creature”, kompilasi Bonvivant Records (Spanyol) dan Series 2 (Amerika Serikat) serta sebuah EP berjudul “Highway” yang akan dirilis oleh sebuah label independen di Jerman, Edition 59. Baru-baru ini Oh Nina mendapat pujian dari majalah musik Rolling Stone sebgai band electro-pop terbaik dari Yogyakarta. Saat ini mereka tengah mempersiapkan diri untuk sebuah rangkaian tur se-Asia Tenggara yang dimulai dari Kuala Lumpur, Malaysia.
Suddenly Sunday
Genre: Indie-Rock, Power-Pop
Fashionable dan talented, itulah kesan utama dari band yang bermarkas di Whatever Shop ini. Sekarang sedang menjalani di rekaman untuk rilisan perdana yang akan beredar sekitar Desember 2008. Sempat menjadi finalis Top 30 di Final Regional Indie Fest, Yogyakarta, meng-cover Yeah Yeah Yeahs di Outerbeat #2 serta mengikuti fashio show di Launching Moof , “Digable Planets”, bersama Annemarie dari Bandung. Mendapatkan endorse dari 2 clothing sekalgus, Airplane System dan Rubber.
Nervous
Genre: Indie-Rock, Post-Punk
Saat ini tengah menyiapkan materi EP untuk dirilis akhir 2008. Masih dengan benang merah musik indie-rock dan post-punk yang bernuansa kelam. Formasi
baru Nervous membawa sentuhan pengaruh musik yang lebih beragam dan beberapa unsur baru. Sebut saja distorsi dan guitar-drone, nuansa 90’s alt-rock, lirik berisi permainan kata dengan tema yang agak disturbing dan some on-stage live antics. Sempat mendapat perhatian dari Aksara Records kala bermain di Soundrenaline 2008.
Lampukota:
Genre: Indie-Pop, Power-Pop
Band ini tergolong baru namun berhasil meraih prestasi cukup pesat, salah satunya adalah sebagai finalis regional dalam Indie Fest 2008 di Yogyakarta. Mereka banyak memperoleh pujian dari sejumlah pengamat musik, termasuk dari Senior Editor majalah musik Trax yang amat terkagum-kagum melihat penampilan mereka di We Are Pop yang sebelumnya digelar di Singapura bersama Ballads of the Cliche, Bangkutaman, etc. Lampukota baru-baru ini mendapat promosi dari sebuah radio di Bandung.
Lex Luthor the Hero
Genre: Southern-Rock
Promising new metal act dengan debut album “A Random Act of Violence” yang segera dirilis. Pernah bermain di launching 2nd Album of Denda Omnivora and the White Liar, Skate Competition, Pesta Pora, Jogja Teenage Power, Start the Fire, Head Smashing Day, Molotov Fest, dan Execution. Musik mereka terbilang sangat eksploratif.
Risky Summerbee and the Honeythief :
Genre: Folk, Blues, Psychedelic, and Experimental
Dengan modus inter-disipliner, mereka menggarap karya karya pertunjukan seperti “She Flies Tommorow”, “The Rise and Fall Scoundrel Queen”, Memoirs
of Gandari”, a colaboration between Risky Summerbee and The Honeythief with Slamet Gundono, serta Je.ja.l.an dengan Teater Garasi. Setelah lagu mereka
“With You” termasuk dalam kompilasi “Musik Beyond No Borders” dalam Yes No Wave net label, mereka menyiapkan album mereka yang akan keluar akhir 2008.
Cranial Incisored:
Genre: Crushing Hydro-Grind feat. Free-Jazz with Chaotic Math-Metal
Sebuah band metal unik namun sayangnya keunikan mereka justru tidak didukung oleh penyiaran radio-radio di kotanya sendiri karena dianggap terlalu brutal, extreme, absurd, etc. Padahal mereka merupakan salah satu kebanggaan Jogja yang berhasil meraih prestasi internasional sejak dirilis oleh label independen di Amerika Serikat. Band ini juga sangat produktif dalam merilis karya, antara lain: “Rebuild:The Unfinished Interpretation of Irrational Behavior”, “Rebuild:The Unfinished Interpretation of Irrational Behavior” dan kompilasi Jogja Kembali (Die Alone Prod. 2005 - tape), Video Battle 5th Round (Visual/Video Compilation/Titik Tiga Film 2005), Sisa Mutilasi Bunuh Diri (Horrible Creation 2005 - MC), Extreme Metal Invasion 1 (Dialogue of Death Recs 2004 - MC), Vomiting Hatred (Empat Lima Production 2004 - MC), Metalik Klinik Asia (Rotor Corp. 2003 - MC), Insane Cannibalism 1 (Extreme Noise Records 2002 - MC), Brutally Sickness: Retribution of Hate (Extreme Soul Production 2002 - MC)






